Senin, 16 Juli 2012

12. Pagi yang Dingin (refisi)




            Gue masih ingat pesan moralnya Imonck di cacatanku sebelumnya "14. Sinetron Indonesia" yang gue kira sebelumnya adalah lirik lagunya CB. Katanya sih didapat dari Pakar Galau "Bang Radit ya Dika". Kalau gak salah ya begini... "Komedi itu jangan dipaksakan. Tapi, komedi itu dari hati.".
            Aku pun tersentuh. Bukan karena kata-kata bijak dari orang yang menyebut dirinya seekor itu. Melainkan koment terakhirnya "Gue do'ain agar kamu bisa jadi sutradara yang sukses." (kalo gak salah). Gue pun mulai berpikir dari perkomenan Imonck dan Bobby itu. Kalau gue jadi sutradara, gue mau menyutradarai film apa? Ketika Tasbih Bercinta, Ada Apa Dengan Tomcat atau Tomcat Jadi Dua?
            Terlepas dari itu semua. Gue mulai bingung mau memberi kode apa di setiap komentarku untuk teman-temanku. Bobby Gunarso gue kasih kode BobG. Imonck Ngesot jadi IN atau ImoN. Lha Endahnya? Yang satunya Endah Wahyuni, yang satunya Endah W. Suci. Untungnya sih, yang komentar namanya gak ada yang aL4y. Maaf....
            Setelah sekian lama gue gak posting dan jarang aktif berpromosi. Gue kembali lagi. Walau pun likers fp Dokter Ngesot baru 42 makhluk. Tapi gue tetap happy.
            Mungkin memang gue jarang posting. Semua itu disebabkan karena adanya krisis imajinasi dan tentu saja ditambah krisis uang yang semakin menipis. Gue keget mengapa uang gue yang ada di dompet kok receh semua? Apa mungkin dikarenakan hobi gue yang rajin mengeluarkan uang dari dalam dompet?
            Itu semua mengakibatkan dompet gue menggembung berlebihan dan membuat gue malu kalo sedang bawa dompet. Menggembung kebanyakan uang koin (receh).
            Bahkan ada yang bilang pada gue "Dari ngamen dimana, cin?" "Baru habis ronda, ya bang?". Gue pun hanya bisa menjawab dengan muka yang gue buat setampan-tampannya ini "Mau nyumbang ke KPK, coy...".
            Ngomongin masalah dompet. Gue jadi ingat beberapa waktu yang lalu... nyopet, ya? Nggak bukan nyopet. Tapi tepatnya mencuri, bukan juga. Ngomongin masalah dompet. Gue jadi ingat film yang sangat ingin gue tonton "Cinta di Saku Celana". Dengan seorang aktor yang gue sukai tapi nggak gue cintai "Donny Alamsyah" yang berperan sebagai Thomas di Trologi Merdeka (Merah Putih) dan sebagai Andi di The Raid Redemtion, yang sedikit horror tapi keren itu.
            Gue mulai saja membahas "Pagi yang Dingin", ya... coy?
            Bangun tidur ku terus mandi. Tapi hari ini (Rabu, 11 Juli 2012), bangun tidur gue sangat kedinginan. Bahkan gue bangun hanya untuk mematikan alarm HP gue yang gue program sepagi-paginya. Dengan hawa dingin yang menyengat (dingin banget), gue pun memutuskan tidur lagi. Dan melanjutkan mimpi indah gue yaitu mimpi, tinggal serumah bersama Agnes Monica dan aktris serta penyanyi lainnya. Tapi tetap, gue cuma jadi pembantunya.
            Setelah mata gue gue paksa untuk bangun. Gue pun membuka FB gue (06:56). Banyak status temen-temen yang mengangkat tema kedinginan. Bahkan kebanyakan mereka mengeluhkan hawa dingin pagi ini.

            status 1:
            Iyul Celalumanis Walaumacihterluka
            Dingin bangets ya? Rasanya pingin tidur bareng Sari lagi. Nenek gue.
            Bahkan gue rasain kayak berada di Kutub Selatan.
            baru saja melalui WC umum bilik nomor 6 belas. 0 suka. suka. -1 komentar.

            status 2:
            CwiEntAi CwEinTAdaEnGanCueWentA EeaAa
        Pgi_pGi bgUini oX duNgin ea?
            0x hmPir Mrip d KuTub UtaRa. #eeaaa
            beberapa menit yang lalu melalui lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 76 suka. batal suka. 9,5 komentar.

            Menanggapi kedua status di atas. Gue menyimpulkan, bahwasannya gue bingung. Sebenernya tadi pagi itu hawanya mirip dimana, sih? Kutub Utara atau Kutub Selatan. Jangan-jangan malah kayak hawa di Korea Selatan? Padahalkan kita kan ada di Indonesia? Kok statusnya gak konsisten? Seharusnya, sebelum kita buat status itu diskusi dulu.
            "Omong-omong hawanya dingin ya, Yul? Kayak dimana sih? Kutub Utara atau Kutub Selatan? Bingung nih mau buat status.". Iyul pun menjawab "Sepertinya sih lebih mirip di Kutub Selatan.". Cwienta pun menjawab "mukucuh ea, Yul. Cemungut.".
            So, jadinya gak ada kesalah statusan sesama teman lagi-kan?
            Lagi, seharusnya hawa dingin itu menjadikan dan menambah kratifitas kita menjadi lebih bermanfaat lagi. Contoh:

            1. Dibuat Pantun

        Malin kundang masuk angin
        Malah makan burung dara
        Walau kita sama-sama dingin
            Tapi yakin hati tetap membara

            udah gue contoin, kan? monggo membuat pantun lagi yang lain.

            2. Dibuat Puisi
            Gue gak jago coy, buat puisi. Tapi tetep gue usahain.

            Dilema Kedinginan

            Pagi yang dingin
            Laksana di kutub selatan
            Tapi aku bingung
            Ketika membaca status temanku
            Disana tertuliskan
            Pagi ini laksana di kutub selatan
            Aku pun menjadi dilema

            lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 12 Juli 2012
            CwiEntAi CwEinTAdaEnGanCueWentA EeaAa

            Gitu aja kok repot. ea nggak coy?

            Sudah ya? Semoga bermanfaat dan menghibur bagi kita semua.

            Pesan moral dari gue: Buatlah Kedinginanmu Menjadi Kekraetifitas Baru Bagimu.

lubuk hati yang ter-aL4y-kan, Senin 10:46, 16 juli 2012
The Joey, mencoba bertahan walau perih.

Nb     : Nama dan status disamarkan... hehehe...