Sebelumnya gue minta maaf kepada
persinetronan Indonesia dengan kritik gue ini dan berterimakasih pada Imonck
yang telah menkonfirm gue.
Jujur saja, gue masih ngakak, kalo
ngebayanging catatan-catatan temen baru gue, Imonck. Walau pun
catatan-catatannya lebih cocok dibilang cacatan-cacatan seekor Imonck. Sampai
hampir semalaman gue gak bisa tidur.
Dari
berbagai macam jenis penumpang bus malam. Sugesti dari bibinya. Boomerang yang
udah gak pulang-pulang dan masih banyak lagi cacatan-cacatan lainnya.
Lanjut
ke pokok permasalahan Sinetron Indonesia yang semakin populer karena
adanya Cinta Fitri. Bahkan temen-temen yang gila-gilaan (sepertinya ada yang
gila beneran) di SOG (Stasiun Orang Gila) makin suka aja sama acara TV bergenre
romance ini. Bahkan ada yang udah buat Cinta Fitri sesion 10 juga.
Padahal gue dan Ibu gue taunya Cinta Fitri itu baru tayang sampai sesion 3.
Terbukti, para member SOG itu nggak gila, tapi lebih tepatnya kreatif
mengada-ada atau memang membernya up-date Cinta Fitri terus. Gue acungin jempol
kaki deh, pada yang udah nonton sesion 10.
Yang gue ingat di Cinta Fitri itu;
Sesion 1: Fitri punya pacar tapi masih ada
pihak ketiga yang terus mengganggu. Gue lupa nama-namanya.
Sesion 2: Fitri menikah dengan mantan pacarnya
tadi, tapi masih diganggu sama pengganggu tadi.
Sesion 3: Inilah yang paling mengharukan dan
menjadi cikal-bakal sinetron jaman sekarang. Fitri punya anak, tapi anaknya
ditukar sama tokoh antagonis tadi.
Tapi kalo yang sesion 4 sampai 10, gue nggak tahu
perkembangannya.
Dengan
adanya Cinta Fitri itu. Gue lihat perkembangan persinetronan Indonesia
malah semakin gitu-gitu aja. Lebih tepatnya jalan ceritanya yang lebih menganut
alur TMTA (Tabrak Mobil Tukar Anak). Kebanyakan gitu kan. Bahkan gue jadi
bingung, apakah cinta itu datangnya dari mobil?
Tertabrak mobil > jadi pembantu > mendapat jodoh
> kaya > memperebutkan warisan > lahirlah seorang anak > anaknya
tertukar > kehilangan anak > anaknya ditemukan > tertabrak mobil lagi
> tidak ingat dengan anaknya. Begitu, kan?
Bahkan,
ada yang blak-blakan memberi judul sinetronnya dengan judul "Anak yang
Tertukar". So, alurnya mudah ditebak bangetkan?
Gue
sebagai pecinta film Indonesia dan sedikit menyukai sinetron. Gue berharap,
para pembuat alur carita atau dialognya dikembangkan lagi. Contohnya;
Tertabrak mobil bisa diganti dengan tertabrak becak,
pesawat (kelebihan) atau genk motor. Tapi wanita (sebut saja Luna)nya marah dan
menjadikan ketua genk motor itu sebagai pembantunya. Insaflah ketua genk motor
dan mengajak anak buahnya untuk menjual bubur kacang ijo dari pada mainin
motor.
Karena ketua genk motor yang sekarang lebih pantas
dipanggil Bos Burjo sangat baik dan tidak sombong serta mukanya ganteng
(mungkin kayak gue). Luna pun suka sama Bos Burjo tadi.
Mungkin karena keasyikan pacaran sama Luna. Bos Burjo pun
kehilangan gerobak burjonya. Karena Luna orang yang gahol, ia pun mencari
gerobaknya lewat iklan-iklan di dunia maya (jadinya Luna Maya dong, maaf)
dengan tulisan seperti di bawah:
Dicari : Gerobak Burjo
Dengan ciri-ciri : Warna hijau muda, ukuran 1*2m,
terdapat anak tikus yang saya beri nama Titi di dalamnya.
Bila menemukan harap hubungi email ini:
luna.burjoimoat@yahoo.com eaa...
Contohnya
gitu aja, ya. Sampai jumpa dikesempatan selanjutnya. Banyak salah minta maaf,
coy... kritik dan saran koment.
TJ

.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)