Senin, 25 Juni 2012

05. Persaratan Main Gitar

Gue      : Pada kesempatan ini, gue akan bercerita tentang alat musrik ini.

Asestan            : Alat musik, boss.

Gue      : Ya, gitu lah. Semua kenalkan dengan gitar? Setahu gue gitar diciptakan oleh tetangga gue, Mas Parno. Kalau penemunya sih, gue gak tahu. Belajar gitar itu susah-susah... memang susah. Kalau mau yang susah-susah gampang ya buat tahu susur.
            Omong-omong masalah gorengan, gue ada tebakan nih: Gorengan apa yang mudah turun? Nggak tau kan? Jawabannya adalah... Mendwon.

Asestan            : Mendoan bos, gak lucu. Iya kan Pakdhe?

Narsistor          : Sorry, ane gak bisa jawab. Nanggung nih, lagi tidur.

Gue      : Kembali lagi ke masalah gitar dan tolong lupakan kejadian di atas.
            Tadi kan gue belajar privat main gitar sama Bang Echong, si Narsistor. Sebelum gue diajarin main gitar, gue jadi jin dadakannya. Harus menuruti permintaannya.
            "Jo, buang sampah!" "Jo, buang plastik itu!" sampai ia menyuruhku "Jo, buang si Iyul.".
            Berhubung Bang Echong, bos besar gue di rumah sakit ini. Gue pun mengabulkan semua permintaanya tadi. Akan tetapi, si Iyul, Asestan gue, nggak gue buang. Mengapa? Bukan karena Iyul sahabat bagaikan kecebong sekaligus asestan pribadi gue. Tapi karena Iyul udah kalah taruhan ma gue dan sebagai gantinya, ia harus mijitin badan gue sebagai atlet bina rangka di sini.
            Taruhan, gue sama Iyul gak kayak remaja-remaja masa kini, yang sukanya taruhan Sepak Bola EURO. Tapi taruhan kami lebih menantang dari acara taruhan mereka yang bisa saya sebut sebagai Arisan Masal EURO 2012. Saking menantangnya taruhan kami, Paul, kakak tua peramal sampai tomcat pun gak bisa meramalnya. Karena kami taruhan balap keong.
            Bayangin aja. Lima jam menunggu, keong baru berjalan 5 m, padahal finisnya 10 meter. Setelah 10 jam berlalu, keong yang gue jagokan udah sampai menginjak garis finis. E... malah putar balik ke belakang. Iyul pun sangat bahagia ketika keong jagoannya udah menyelip keong gue yang salah arah. Saking bahaganya, Iyul gak lihat kalau gue mau melemparkan keong salah jalur itu.
            "Werrrr" "Horreeee" keong gue pun juara. Lagu We are the Camphion pun berkumandang untuk kemenangan keong gue.
            Begitulah persyaratan gue kalau mau belajar privat sama Bang Echong, si pocong jomblo itu.

Asestan            : Katanya persyaratan main gitar? Kok malah balap keong yang dibahas?

Gue      : Diem lo, Yul. Lanjutin pijit aja.

Pesan Moral dari Bang Echong  : Jangan sekali-kali balapan keong, palagi taruhan. Karena kata Bang Roma "Balapan Keong itu haram...".

Di atas Linchak, 11:11 Senin 25 Juni 2012
Dr. Joy, lagi sik asik dipijitin Iyul

Tidak ada komentar: