Gue :
Sebelum gue ngomong lebih lanjut, gue mohon kalian bertepuk tangan dulu. Karena
inilah pertama kalinya gue menjuduli, memberi judul postingan ini dengan bahasa
Inggris. Bahagia coy, gue bahagia sekali.
Si Iyul : Cemungut bossss.... Cuyu mendukungmu
bosssss....
Gue :
Omong-omong soal Boy and Girl Band, gue jadi makin sedih. Populasi makhluk
normal yang ada akan semakin menyusut dan mungkin akan tergantikan oleh
populasi makhluk 4LAy.
Mengapa
gue bilang makhluk, bukan manusia? Karena teman gue, S Iyul sendiri telah
terkontaminasi virus ABG labil itu. Buktinya sekarang dia lebih sering
berbicara dengan gue dengan bahasa barunya, A diganti U dan S diganti C atau
Snya dipanjangin ssss.... Lebay banget, kan?
Gue
pun terganggu, bagaimana tidak. sekarang ia memanggilku "Bosssss Dokter
Ngecot". 4LAy banget bukan?
Bahkan
Iyul juga pernah ngajak gue nonton begituan. Gue gak mau. Bukan karena gue gak
suka. Tapi gue mempunyai 3 alasan mendasar untuk sekesot dokter seperti gue
ini:
1.
Gue Gak Bisa Bahasa 4LAy.
Bayangin
aja. Gue terlahir di Jogja. Otomatis bahasa daerah gue Bahasa Jawa bukan,
Bahasa Jawa sendiri pun ada tingkatannya masing-masing, sampai sekarang gue aja
lupa. Setelah SD, gue harus berbahasa Indonesia yang baik. SMP, belajar Bahasa
Inggris, lalu Bahasa Jerman dan lain-lain. Masa di masa aku ABG begini, aku
harus belajar berbahasa 4LAy yang baik dan benar serta sesui dengan EYD (Ejaan
Yang Di-4LAy-kan). Susah kan coy?
Kalau
gak bisa berinteraksi, itu bukan masalah serius. Tapi bayangin, gue nanti kalo
kebelet buang air. Gak tau tempatnya. Atau tulisannya diganti dengan tulisan
SMS 4LAy? Bingung kan coy? Masa gue harus tanya pada rumput yang bergoyang?
2.
Partisipasi Gue Gak Kelihatan.
Gue
udah ada di bagian terdepan tempat penonton. Seandainya ada bangku VVIP gue
juga gak bakalan mesan. Bukan karena gue gak suka. Tapi karena gue gak punya
uang. Walau pun gue udah ada di bagian terdepan, partisipasi gue sebagai
penonton setia pun tidak dianggap.
Percaya
gue kalo para pecinta boy and girl band itu bersahabat. Tapi mereka gak pernah
melihat ke bawah, kalo di bawah mereka masih ada gue yang terinjak-injak.
Kurang ajar banget, kan?
3.
Kurang Bercenat-Cenut
Sepertinya
guelah yang paling antusias melihat para boy and girl band, tapi ternyata masih
banyak yang lebih ekstrim dari pada gue yang sekarang sudah di atas panggulan
Bang Echong.
Ada
yang membawa kertas bertuliskan "SALAM ISTIMEWA. SALAM SATU JIWA".
Ada juga yang membawa poster "AKU
CENAT-CENUT TANPAMU". terus juga ada para mahasiswa yang bawa spanduk
bertuliskan "CIBY CIBY". Yang gak kalah keren adalah kumpulan para
pelajar 4LAy yang membawa baliho "SM*SH... AKU PADAMU" padahal mereka
kan laki-laki semua. Pelajarnya laki-laki, SM*SH-nya? Kelainan semua nih.
Itulah
alasanku untuk tidak menghadiri konser itu. Trauma coy...
Sepatah kata mutiara dari
Si Iyul : Marilah bercenat-cenut
ria...
Gue :
Gue tobat coy...
Warnet, 11:15 Rabu 27 Juni 2012
Dr. Joy, ternyata setelah gue lihat
begitu lama, yang like FP gue udah ada 8 makhluk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar