Rabu, 27 Juni 2012

07. Boy and Girl Band



Gue      : Sebelum gue ngomong lebih lanjut, gue mohon kalian bertepuk tangan dulu. Karena inilah pertama kalinya gue menjuduli, memberi judul postingan ini dengan bahasa Inggris. Bahagia coy, gue bahagia sekali.

Si Iyul  : Cemungut bossss.... Cuyu mendukungmu bosssss....

Gue      : Omong-omong soal Boy and Girl Band, gue jadi makin sedih. Populasi makhluk normal yang ada akan semakin menyusut dan mungkin akan tergantikan oleh populasi makhluk 4LAy.
            Mengapa gue bilang makhluk, bukan manusia? Karena teman gue, S Iyul sendiri telah terkontaminasi virus ABG labil itu. Buktinya sekarang dia lebih sering berbicara dengan gue dengan bahasa barunya, A diganti U dan S diganti C atau Snya dipanjangin ssss.... Lebay banget, kan?
            Gue pun terganggu, bagaimana tidak. sekarang ia memanggilku "Bosssss Dokter Ngecot". 4LAy banget bukan?
            Bahkan Iyul juga pernah ngajak gue nonton begituan. Gue gak mau. Bukan karena gue gak suka. Tapi gue mempunyai 3 alasan mendasar untuk sekesot dokter seperti gue ini:
            1. Gue Gak Bisa Bahasa 4LAy.
            Bayangin aja. Gue terlahir di Jogja. Otomatis bahasa daerah gue Bahasa Jawa bukan, Bahasa Jawa sendiri pun ada tingkatannya masing-masing, sampai sekarang gue aja lupa. Setelah SD, gue harus berbahasa Indonesia yang baik. SMP, belajar Bahasa Inggris, lalu Bahasa Jerman dan lain-lain. Masa di masa aku ABG begini, aku harus belajar berbahasa 4LAy yang baik dan benar serta sesui dengan EYD (Ejaan Yang Di-4LAy-kan). Susah kan coy?
            Kalau gak bisa berinteraksi, itu bukan masalah serius. Tapi bayangin, gue nanti kalo kebelet buang air. Gak tau tempatnya. Atau tulisannya diganti dengan tulisan SMS 4LAy? Bingung kan coy? Masa gue harus tanya pada rumput yang bergoyang?
            2. Partisipasi Gue Gak Kelihatan.
            Gue udah ada di bagian terdepan tempat penonton. Seandainya ada bangku VVIP gue juga gak bakalan mesan. Bukan karena gue gak suka. Tapi karena gue gak punya uang. Walau pun gue udah ada di bagian terdepan, partisipasi gue sebagai penonton setia pun tidak dianggap.
            Percaya gue kalo para pecinta boy and girl band itu bersahabat. Tapi mereka gak pernah melihat ke bawah, kalo di bawah mereka masih ada gue yang terinjak-injak. Kurang ajar banget, kan?
            3. Kurang Bercenat-Cenut
            Sepertinya guelah yang paling antusias melihat para boy and girl band, tapi ternyata masih banyak yang lebih ekstrim dari pada gue yang sekarang sudah di atas panggulan Bang Echong.
            Ada yang membawa kertas bertuliskan "SALAM ISTIMEWA. SALAM SATU JIWA". Ada juga yang membawa  poster "AKU CENAT-CENUT TANPAMU". terus juga ada para mahasiswa yang bawa spanduk bertuliskan "CIBY CIBY". Yang gak kalah keren adalah kumpulan para pelajar 4LAy yang membawa baliho "SM*SH... AKU PADAMU" padahal mereka kan laki-laki semua. Pelajarnya laki-laki, SM*SH-nya? Kelainan semua nih.
            Itulah alasanku untuk tidak menghadiri konser itu. Trauma coy...

Sepatah kata mutiara dari Si Iyul        : Marilah bercenat-cenut ria...

Gue      : Gue tobat coy...

Warnet, 11:15 Rabu 27 Juni 2012
Dr. Joy, ternyata setelah gue lihat begitu lama, yang like FP gue udah ada 8 makhluk

Tidak ada komentar: