Sabtu, 14 Juli 2012

12. Pagi yang Dingin




           Setelah sekian lama gue gak posting dan jarang aktif berpromosi. Gue kembali lagi. Walau pun likers-ya baru 42 makhluk. Tapi gue tetap happy.
            Mungkin memang gue jarang posting. Semua itu disebabkan karena adanya krisis imajinasi dan tentu saja ditambah krisis uang yang semakin menipis. Gue keget mengapa uang gue yang ada di dompet kok receh semua? Apa mungkin dikarenakan hobi gue yang rajin mengeluarkan uang dari dalam dompet?
            Itu semua mengakibatkan dompet gue menggembung berlebihan dan membuat gue malu kalo sedang bawa dompet. Menggembung kebanyakan uang koin (receh).
            Bahkan ada yang bilang pada gue "Dari ngamen dimana, cin?" "Baru habis ronda, ya bang?". Gue pun hanya bisa menjawab dengan muka yang gue buat setampan-tampannya ini "Mau nyumbang ke KPK, coy...".
            Gue mulai saja membahas "Pagi yang Dingin", ya... coy?
            Bangun tidur gue sangat kedinginan. Bahkan gue bangun hanya untuk mematikan alarm HP gue yang gue program sepagi-paginya. Dengan hawa dingin yang sedikit sangat, gue pun memutuskan tidur lagi. Dan melanjutkan mimpi indah gue yaitu mimpi, tinggal serumah bersama Agnes Monica dan aktris serta penyanyi lainnya. Tapi tetap, gue yang jadi pembantunya.
            Setelah mata gue gue paksa untuk bangun. Gue pun membuka FB gue (06:56). Banyak status temen-temen yang mengangkat tema kedinginan. Bahkan kebanyakan mereka mengeluhkan hawa dingin pagi ini.

            status 1:
            Bang Echong bukan Pochong Benchong
            Dingin bangets ya? Rasanya pingin tidur bareng Sari lagi. Nenek gue.
            Bahkan gue rasain kayak berada di Kutub Selatan.
            baru saja melalui WC umum bilik nomor 6 belas. 0 suka. suka. -1 komentar.

            status 2:
            CwiEntAi CwEinTAdaEnGanCueWentA EeaAa
        Pagi-pagi bguini ox duingin ea?
            ox hmpir mrip d Kutub Utara.
            beberapa menit yang lalu melalui lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 76 suka. batal suka. 9,5 komentar.

            Menanggapi kedua status di atas. Gue menyimpulkan, bahwasannya gue bingung. Sebenernya tadi pagi itu hawanya mirip dimana, sih? Kutub Utara atau Kutub Selatan. Jangan-jangan malah kayak hawa di Korea Selatan? Padahalkan kita kan ada di Indonesia? Kok statusnya gak konsisten?
            Lagi, seharusnya hawa dingin itu menjadikan dan menambah kratifitas kita menjadi lebih bermanfaat. Contoh:

            1. Dibuat Pantun

        Malin kundang masuk angin
        Malah makan burung dara
        Walau kita sama-sama dingin
            Tapi yakin hati tetap membara

            udah gue contoin, kan? monggo membuat pantun lagi yang lain.

            2. Dibuat Puisi
            Gue gak jago coy, buat puisi. Tapi tetep gue usahain.

            Dilema Kedinginan

            Pagi yang dingin
            Laksana di kutub selatan
            Tapi aku bingung
            Ketika membaca status temanku
            Disana tertuliskan
            Pagi ini laksana di kutub selatan
            Aku pun menjadi dilema

            lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 12 Juli 2012
            CwiEntAi CwEinTAdaEnGanCueWentA EeaAa

            Gitu aja kok repot. ea nggak coy?

            Sudah ya? Semoga bermanfaat dan menghibur bagi kita semua.

            Pesan moral dari gue: Buatlah Kedinginanmu Menjadi Kekraetifitas Baru bagimu.

Nb     : Boleh menyukai tapi tak boleh mempercayai apalgi mengimani.
lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 10:46, 12 juli 2012
Dr. Joy, mencoba bertahan walau perih.

Tidak ada komentar: