Setelah
sekian lama gue gak posting dan jarang aktif berpromosi. Gue kembali lagi.
Walau pun likers-ya baru 42 makhluk. Tapi gue tetap happy.
Mungkin
memang gue jarang posting. Semua itu disebabkan karena adanya krisis imajinasi
dan tentu saja ditambah krisis uang yang semakin menipis. Gue keget mengapa
uang gue yang ada di dompet kok receh semua? Apa mungkin dikarenakan hobi gue
yang rajin mengeluarkan uang dari dalam dompet?
Itu
semua mengakibatkan dompet gue menggembung berlebihan dan membuat gue malu kalo
sedang bawa dompet. Menggembung kebanyakan uang koin (receh).
Bahkan
ada yang bilang pada gue "Dari ngamen dimana, cin?" "Baru habis
ronda, ya bang?". Gue pun hanya bisa menjawab dengan muka yang gue buat
setampan-tampannya ini "Mau nyumbang ke KPK, coy...".
Gue
mulai saja membahas "Pagi yang Dingin", ya... coy?
Bangun
tidur gue sangat kedinginan. Bahkan gue bangun hanya untuk mematikan alarm HP
gue yang gue program sepagi-paginya. Dengan hawa dingin yang sedikit sangat,
gue pun memutuskan tidur lagi. Dan melanjutkan mimpi indah gue yaitu mimpi,
tinggal serumah bersama Agnes Monica dan aktris serta penyanyi lainnya. Tapi tetap,
gue yang jadi pembantunya.
Setelah
mata gue gue paksa untuk bangun. Gue pun membuka FB gue (06:56). Banyak status
temen-temen yang mengangkat tema kedinginan. Bahkan kebanyakan mereka
mengeluhkan hawa dingin pagi ini.
status
1:
Bang Echong bukan Pochong Benchong
Bahkan
gue rasain kayak berada di Kutub Selatan.
baru saja melalui WC umum bilik nomor 6 belas. 0 suka. suka.
-1 komentar.
status
2:
Pagi-pagi bguini ox duingin ea?
ox
hmpir mrip d Kutub Utara.
beberapa menit yang lalu melalui lubuk hati yang
ter-aL4y-kan, 76 suka. batal suka. 9,5 komentar.
Menanggapi
kedua status di atas. Gue menyimpulkan, bahwasannya gue bingung. Sebenernya
tadi pagi itu hawanya mirip dimana, sih? Kutub Utara atau Kutub Selatan.
Jangan-jangan malah kayak hawa di Korea Selatan? Padahalkan kita kan ada di
Indonesia? Kok statusnya gak konsisten?
Lagi,
seharusnya hawa dingin itu menjadikan dan menambah kratifitas kita menjadi
lebih bermanfaat. Contoh:
1.
Dibuat Pantun
Malin kundang masuk angin
Malah makan burung dara
Walau kita sama-sama dingin
Tapi yakin hati tetap membara
udah
gue contoin, kan? monggo membuat pantun lagi yang lain.
2.
Dibuat Puisi
Gue
gak jago coy, buat puisi. Tapi tetep gue usahain.
Dilema
Kedinginan
Pagi yang dingin
Laksana di kutub selatan
Tapi aku bingung
Ketika membaca status temanku
Disana tertuliskan
Pagi ini laksana di kutub selatan
Aku pun menjadi dilema
lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 12 Juli 2012
CwiEntAi CwEinTAdaEnGanCueWentA EeaAa
Gitu aja kok repot. ea nggak coy?
Sudah
ya? Semoga bermanfaat dan menghibur bagi kita semua.
Pesan moral dari gue: Buatlah Kedinginanmu Menjadi
Kekraetifitas Baru bagimu.
Nb :
Boleh menyukai tapi tak boleh mempercayai apalgi mengimani.
lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 10:46,
12 juli 2012
Dr. Joy, mencoba bertahan walau perih.
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar