Minggu, 22 Juli 2012

16. Relasi Petasan dengan Puasa






       Relasi, berbicara tentang relasi. Saya malah ingat pelajaran ter-killer sepanjang masa (masa sih?). Matematika. Tapi untungnya gurunya gak killer-killer banget, malah sebaliknya. Bahkan sampai ada teman saya yang suka. Astaqfirullah... ingat umur, bro.
            Relasi adalah hubungan yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu (bukan Syahrini, Asyanti maupun KD... Karena KD udah milik Raul Lemos). Itulah yang saya ingat sebagai murid yang sering lupa-lupa ingat.
            Tapi, pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas mengenai relasi matematika (mungkin karena saya sudah lupa) atau pun tentang Ibu Guru yang mengajari kami. Kami, yang dulu pernah memiliki predikat sebagai murid-murid yang terpojok-kan, maklum kelas 8D berada paling pojok dan terkucilkan. Hehehe. Terharu, sob.
            Melainkan, saya mau membahas tentang "Relasi Petasan dengan Puasa".
            Mengapa, puasa selalu dikaitkan dengan petasan? Kan, puasa itu berada di Bulan Ramadhan, bulan yang penuh pengampunan serta semua amalan akan dilipatkan. Tapi mengapa uang saku saya kok nggak berlipat-lipat, ya?
            Kita sebagai umat muslim yang taat beribadah (yang muslim tapi yang taat). Seharusnya di bulan puasa ini memperbanyak amalan-amalan baik. Seperti membantu orang tua, membantu orang muda, memberi sebagian uangnya kepada teman yang membutuhkan (saya juga teman dan saya juga butuh, lho?) dan lain sebagainya.
            Tapi mengapa kita malah mainin petasan yang tidak ada gunanya itu? Itu kan mubadzir dan hal yang mubadzir itu dibenci Allah. Belum lagi kalau mengganggu orang yang lagi berpuasa, sholat, membaca Al Qur'an maupun yang lagi enak-enak ngiler ( tidur di bulan puasa). Itu kan sama saja mendapat dosa yang berpangkat-pangkat (ingat Matematika lagi).
            Saya malah ingat beberapa pertanyaan yang terpendam dalam hati sanubari yang (mungkin) dalam ini.
            Bagaimana, ya. Kalau ada razia petasan oleh para polisi (bukan polisi tidur). Apa untuk membasmi semua petasan itu para polisi akan membakarnya sampai benar-benar habis. Seperi nasib para ganja yang semoga tetap ilegal itu? Itukan sama saja bokong (read; bohong). Kalau ingat bokong, jujur saya ingat Bang Imonck. PNS yang sedikit... gimana gitu. Udah yang diceritain kakus melulu tambah embel-embel kecoa, juag.
            Kalau ganja dibakar. Kalau botol-botol miras diratakan. Kalau tempat hiburan disewakan(baca: dibongkar). Kalau kalian? Ingat Satpol PP, kan coy. Razia, cin.... Itulah masa depan yang suram dan tidak boleh dicontoh. Belum lagi kalau waria. Jauhi narkoba jangan dekati waria. Was-was lah.... Was-was lah.... Itulah kata Bang Napi versi 2012 (mungkin).
            Jika tidak ada kerjaan (boleh membantu pekerjaan di rumah saya), lebih baikkan kita membaca Al Qur,an (wuih...) atau kalau udah lesu menunggu siaran adzan maghrib/ buka puasa (nggak boleh request di radio), marilah tidur saja dari pada mainin petasan yang nggak jelas (petasan kok gak jelas) dan mengganggu orang-orang yang tidur (tidur-kan istirahat yang baik). Kalau gitukan sama-sam fer... (fer itu apa, ya?). Tapi jangan tidur dengan yang bukan mahrom, ya...

            Sekian dari saya. Ada kurangnya saya minta maaf. Ada lebihnya, sepertinya gak mungkin, ya?
            Pesan Moral dari Saya (mungkin gak bermoral)       : Hidup itu seperti roda berputar. Karena kejahatan dilakukan bukan karena niat semata pelakunya. Tapi karena ada kesempatan dan dana umum. So, WASPADALAH... WASPADALAH... (sedikit bermoral walau pun gak nyambung).

Semoga bermanfaat, paling tidak menghibur...
11:10, Sabtu 21 Juli 2012
Sekesot The Joey, Lagi nunggu buka puasa sambil nonton The Raid(cuplikan)

kritik dan saran, komen saja. Gak usah pake sogok-menyogok. Karena itu dosa. Kalau iklas, sih, sebenarnya saya juga mau.

Jangan lupa (lupa juga gak apa-apa):
like FP... https://www.facebook.com/#!/seksotdr
dan ikuti blog... http://dkesot.blogspot.com/
jika mau yang lebih banyak lagi (ceritanya)

@tofa_ji

15. Puasa Datang Galau Pun..? Hilang Gak, ya?





        Berhubung sudah bulan puasa. Untuk mempersopan ke-gue-an gue, gue akan merubah subjek gue (apaan, sih) menjadi saya. Hehehe.
            Sebelumnya saya bersyukur masih bisa menghembuskan nafas di awal romadhan ini. Serta saya bangga dengan FP Dokter Ngesot yang telah memiliki 45 like yang saya pastikan kesemuanya manusia, kecuali satu dua tiga empat lima enam dst yang bukan (Gitu aja bangga). Walau pun nggak seperti FP-FP lain khususnya FP Mario Teguh yang memiliki ribuan sampai jutaan like (bener, nggak ya?).
            Tapi saya bahagia, masih bisa menanggapi kritik dan saran dari para fans (cuih...), walau pun kritik dan saran mereka lebih mirip hujatan dan olokan. Tapi saya tetap happy karena FP saya sudah(cuma) dilirik khususnya 45 makhluk itu. Mungkin karena merasa iba dan kasihan terhadap muka cool yang saya buat seganteng-gantengnya ini. Ya.
            Puasa Datang Galau Pun Hilang. Itulah judul acara yang saya sukai minggu lalu "Galau Nite".
            Tapi sepertinya judul itu hanya berlaku pada awalnya saja. Atau malah nggak berlaku untuk para Ahli Galau Galauers Forever (forefer itu ver-nya pake f atau v-ya?) yang selalu dan senantiasa meng-up-date status galau mereka yang tentu saja tidak mengharap tanggapan dari saya. Saya-kan anti galau (mungkin). Tapi saya sangat dilema, tepatnya sih bingung. Mengapa para Ahli Galau di FB itu selalu saja menggalau lewat status mereka, kan tidak efektif?
            Coba kalo galau mereka itu dilampiaskan dengan mencangkul sawah, membuat dodol atau yang paling parah membantai kecoa. "Kurang ajar... Lo kira gue apa, berani mutusin gue? Donat Bakar Rasa Tempe Penyet? Neh...." sambil terus mencangkul di sawah. Tapi hati-hati, cara ini hanya pantas dilakukan ditempat sepi saja. Bayangkan kalau enggak, satpol PP pun datang menjemput, coy.
            Omong-omong soal dilema. Pemerintah dan WNI pun pada dilema, coy. Untuk menentukan kapan tanggal 1 Ramadhan itu? Ada golongan yang bilang hari Sabtu ada juga yang mempertahankan pada hari Jum'at. Untuk merapatkan semua itu. Dilaksanakanlah Sidang Isbat untuk memusyawarahkan "apakah Qilal sudah nampak?" (wuis bahasaku...) yang dihadiri para pemuka agama dan para ilmuan dibidang perkalenderan (astronomis ya, coy?).
            Tapi walau pun begitu. Kalau kita sedang dilema mau lanjutin ke sekolah mana, mau beli susu bantal atau susu botol, atau malah menentukan/ memilih-milih pacar/ mantu aja, nggak usah pake Sidang Isbat. Pilih saya aja, simpel, ganteng (sedikit), sepertinya pintar, bernutrisi dan imunisasi (yang imunisasi, nggak usah dipake) serta bisa ditempatkan dimana saja. Sekesot The Joey, hehehe.
            Plakkk, gampar pake uang.
            Gimana? Apa masih galau. Kalau masih galau saya selaku pemilik akun twitter @tofa_ji (difollow, ya), meminta maaf kepada semua apabila ada kata-kata atau kelakuan saya yang tidak berkenan. Tapi kalau muka saya beneran ganteng, semua iklas, kan?

        Pesan moral dari saya : Hidup itu kayak roda berputar. Saya minta maaf sebesar-besarnya, ya friend? (emangnya apa hubungannya)

Semoga bermanfaat, paling tidak menghibur...
11:09, Jum'at 20 Juli 2012
Sekesot The Joey, Lagi mau persiapan Jumat'an

Ketipu penyelenggara event (semoga hanya gosip, ya?) dan mau buat mading di desa. Tapi gak jadi.

Jangan lupa (lupa juga gak apa-apa):
Jangan lupa like FP... https://www.facebook.com/#!/seksotdr
dan ikuti blog... http://dkesot.blogspot.com/

@tofa_ji

Senin, 16 Juli 2012

12. Pagi yang Dingin (refisi)




            Gue masih ingat pesan moralnya Imonck di cacatanku sebelumnya "14. Sinetron Indonesia" yang gue kira sebelumnya adalah lirik lagunya CB. Katanya sih didapat dari Pakar Galau "Bang Radit ya Dika". Kalau gak salah ya begini... "Komedi itu jangan dipaksakan. Tapi, komedi itu dari hati.".
            Aku pun tersentuh. Bukan karena kata-kata bijak dari orang yang menyebut dirinya seekor itu. Melainkan koment terakhirnya "Gue do'ain agar kamu bisa jadi sutradara yang sukses." (kalo gak salah). Gue pun mulai berpikir dari perkomenan Imonck dan Bobby itu. Kalau gue jadi sutradara, gue mau menyutradarai film apa? Ketika Tasbih Bercinta, Ada Apa Dengan Tomcat atau Tomcat Jadi Dua?
            Terlepas dari itu semua. Gue mulai bingung mau memberi kode apa di setiap komentarku untuk teman-temanku. Bobby Gunarso gue kasih kode BobG. Imonck Ngesot jadi IN atau ImoN. Lha Endahnya? Yang satunya Endah Wahyuni, yang satunya Endah W. Suci. Untungnya sih, yang komentar namanya gak ada yang aL4y. Maaf....
            Setelah sekian lama gue gak posting dan jarang aktif berpromosi. Gue kembali lagi. Walau pun likers fp Dokter Ngesot baru 42 makhluk. Tapi gue tetap happy.
            Mungkin memang gue jarang posting. Semua itu disebabkan karena adanya krisis imajinasi dan tentu saja ditambah krisis uang yang semakin menipis. Gue keget mengapa uang gue yang ada di dompet kok receh semua? Apa mungkin dikarenakan hobi gue yang rajin mengeluarkan uang dari dalam dompet?
            Itu semua mengakibatkan dompet gue menggembung berlebihan dan membuat gue malu kalo sedang bawa dompet. Menggembung kebanyakan uang koin (receh).
            Bahkan ada yang bilang pada gue "Dari ngamen dimana, cin?" "Baru habis ronda, ya bang?". Gue pun hanya bisa menjawab dengan muka yang gue buat setampan-tampannya ini "Mau nyumbang ke KPK, coy...".
            Ngomongin masalah dompet. Gue jadi ingat beberapa waktu yang lalu... nyopet, ya? Nggak bukan nyopet. Tapi tepatnya mencuri, bukan juga. Ngomongin masalah dompet. Gue jadi ingat film yang sangat ingin gue tonton "Cinta di Saku Celana". Dengan seorang aktor yang gue sukai tapi nggak gue cintai "Donny Alamsyah" yang berperan sebagai Thomas di Trologi Merdeka (Merah Putih) dan sebagai Andi di The Raid Redemtion, yang sedikit horror tapi keren itu.
            Gue mulai saja membahas "Pagi yang Dingin", ya... coy?
            Bangun tidur ku terus mandi. Tapi hari ini (Rabu, 11 Juli 2012), bangun tidur gue sangat kedinginan. Bahkan gue bangun hanya untuk mematikan alarm HP gue yang gue program sepagi-paginya. Dengan hawa dingin yang menyengat (dingin banget), gue pun memutuskan tidur lagi. Dan melanjutkan mimpi indah gue yaitu mimpi, tinggal serumah bersama Agnes Monica dan aktris serta penyanyi lainnya. Tapi tetap, gue cuma jadi pembantunya.
            Setelah mata gue gue paksa untuk bangun. Gue pun membuka FB gue (06:56). Banyak status temen-temen yang mengangkat tema kedinginan. Bahkan kebanyakan mereka mengeluhkan hawa dingin pagi ini.

            status 1:
            Iyul Celalumanis Walaumacihterluka
            Dingin bangets ya? Rasanya pingin tidur bareng Sari lagi. Nenek gue.
            Bahkan gue rasain kayak berada di Kutub Selatan.
            baru saja melalui WC umum bilik nomor 6 belas. 0 suka. suka. -1 komentar.

            status 2:
            CwiEntAi CwEinTAdaEnGanCueWentA EeaAa
        Pgi_pGi bgUini oX duNgin ea?
            0x hmPir Mrip d KuTub UtaRa. #eeaaa
            beberapa menit yang lalu melalui lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 76 suka. batal suka. 9,5 komentar.

            Menanggapi kedua status di atas. Gue menyimpulkan, bahwasannya gue bingung. Sebenernya tadi pagi itu hawanya mirip dimana, sih? Kutub Utara atau Kutub Selatan. Jangan-jangan malah kayak hawa di Korea Selatan? Padahalkan kita kan ada di Indonesia? Kok statusnya gak konsisten? Seharusnya, sebelum kita buat status itu diskusi dulu.
            "Omong-omong hawanya dingin ya, Yul? Kayak dimana sih? Kutub Utara atau Kutub Selatan? Bingung nih mau buat status.". Iyul pun menjawab "Sepertinya sih lebih mirip di Kutub Selatan.". Cwienta pun menjawab "mukucuh ea, Yul. Cemungut.".
            So, jadinya gak ada kesalah statusan sesama teman lagi-kan?
            Lagi, seharusnya hawa dingin itu menjadikan dan menambah kratifitas kita menjadi lebih bermanfaat lagi. Contoh:

            1. Dibuat Pantun

        Malin kundang masuk angin
        Malah makan burung dara
        Walau kita sama-sama dingin
            Tapi yakin hati tetap membara

            udah gue contoin, kan? monggo membuat pantun lagi yang lain.

            2. Dibuat Puisi
            Gue gak jago coy, buat puisi. Tapi tetep gue usahain.

            Dilema Kedinginan

            Pagi yang dingin
            Laksana di kutub selatan
            Tapi aku bingung
            Ketika membaca status temanku
            Disana tertuliskan
            Pagi ini laksana di kutub selatan
            Aku pun menjadi dilema

            lubuk hati yang ter-aL4y-kan, 12 Juli 2012
            CwiEntAi CwEinTAdaEnGanCueWentA EeaAa

            Gitu aja kok repot. ea nggak coy?

            Sudah ya? Semoga bermanfaat dan menghibur bagi kita semua.

            Pesan moral dari gue: Buatlah Kedinginanmu Menjadi Kekraetifitas Baru Bagimu.

lubuk hati yang ter-aL4y-kan, Senin 10:46, 16 juli 2012
The Joey, mencoba bertahan walau perih.

Nb     : Nama dan status disamarkan... hehehe...

Sabtu, 14 Juli 2012

14. Sinetron Indonesia


       Sebelumnya gue minta maaf kepada persinetronan Indonesia dengan kritik gue ini dan berterimakasih pada Imonck yang telah menkonfirm gue.
        Jujur saja, gue masih ngakak, kalo ngebayanging catatan-catatan temen baru gue, Imonck. Walau pun catatan-catatannya lebih cocok dibilang cacatan-cacatan seekor Imonck. Sampai hampir semalaman gue gak bisa tidur.
            Dari berbagai macam jenis penumpang bus malam. Sugesti dari bibinya. Boomerang yang udah gak pulang-pulang dan masih banyak lagi cacatan-cacatan lainnya.
            Lanjut ke pokok permasalahan Sinetron Indonesia yang semakin populer karena adanya Cinta Fitri. Bahkan temen-temen yang gila-gilaan (sepertinya ada yang gila beneran) di SOG (Stasiun Orang Gila) makin suka aja sama acara TV bergenre romance ini. Bahkan ada yang udah buat Cinta Fitri sesion 10 juga. Padahal gue dan Ibu gue taunya Cinta Fitri itu baru tayang sampai sesion 3. Terbukti, para member SOG itu nggak gila, tapi lebih tepatnya kreatif mengada-ada atau memang membernya up-date Cinta Fitri terus. Gue acungin jempol kaki deh, pada yang udah nonton sesion 10.

            Yang gue ingat di Cinta Fitri itu;

            Sesion 1: Fitri punya pacar tapi masih ada pihak ketiga yang terus mengganggu. Gue lupa nama-namanya.
            Sesion 2: Fitri menikah dengan mantan pacarnya tadi, tapi masih diganggu sama pengganggu tadi.
            Sesion 3: Inilah yang paling mengharukan dan menjadi cikal-bakal sinetron jaman sekarang. Fitri punya anak, tapi anaknya ditukar sama tokoh antagonis tadi.

            Tapi kalo yang sesion 4 sampai 10, gue nggak tahu perkembangannya.

            Dengan adanya Cinta Fitri itu. Gue lihat perkembangan persinetronan Indonesia malah semakin gitu-gitu aja. Lebih tepatnya jalan ceritanya yang lebih menganut alur TMTA (Tabrak Mobil Tukar Anak). Kebanyakan gitu kan. Bahkan gue jadi bingung, apakah cinta itu datangnya dari mobil?
            Tertabrak mobil > jadi pembantu > mendapat jodoh > kaya > memperebutkan warisan > lahirlah seorang anak > anaknya tertukar > kehilangan anak > anaknya ditemukan > tertabrak mobil lagi > tidak ingat dengan anaknya. Begitu, kan?
            Bahkan, ada yang blak-blakan memberi judul sinetronnya dengan judul "Anak yang Tertukar". So, alurnya mudah ditebak bangetkan?
            Gue sebagai pecinta film Indonesia dan sedikit menyukai sinetron. Gue berharap, para pembuat alur carita atau dialognya dikembangkan lagi. Contohnya;
            Tertabrak mobil bisa diganti dengan tertabrak becak, pesawat (kelebihan) atau genk motor. Tapi wanita (sebut saja Luna)nya marah dan menjadikan ketua genk motor itu sebagai pembantunya. Insaflah ketua genk motor dan mengajak anak buahnya untuk menjual bubur kacang ijo dari pada mainin motor.
            Karena ketua genk motor yang sekarang lebih pantas dipanggil Bos Burjo sangat baik dan tidak sombong serta mukanya ganteng (mungkin kayak gue). Luna pun suka sama Bos Burjo tadi.
            Mungkin karena keasyikan pacaran sama Luna. Bos Burjo pun kehilangan gerobak burjonya. Karena Luna orang yang gahol, ia pun mencari gerobaknya lewat iklan-iklan di dunia maya (jadinya Luna Maya dong, maaf) dengan tulisan seperti di bawah:

            WANTED

Dicari               : Gerobak Burjo
Dengan ciri-ciri            : Warna hijau muda, ukuran 1*2m, terdapat anak tikus yang saya beri nama Titi di dalamnya.
            Bila menemukan harap hubungi email ini: luna.burjoimoat@yahoo.com eaa...

            Contohnya gitu aja, ya. Sampai jumpa dikesempatan selanjutnya. Banyak salah minta maaf, coy... kritik dan saran koment.

TJ
Nb        : like... ya https://www.facebook.com/#!/seksotdr
            Follow http://dkesot.blogspot.com/




13. Jakarta yang Tercoblos




            Pada kesempatan kali ini. Gue sebagai pemilik resmi akun twitter @dokter_sot . Akan membahas Pemilihan Gubernur DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta. Tapi walau pun begitu, alangkah baiknya, kalian gak usah menanyakan "Kalau Ibukota ada di Jakarta. Lalu dimana Bapakkota?" pada gue.
            Karena gue hanya bisa menjawab "Bapakkota lagi di Arab jadi TKI ilegal. Mau ikut?".
            Omong-omong kalian udah pada bisa nyoblos belum? Kalau udah bisa, nyoblos/ milih siapa? Kalau belum bisa nyoblos jangan dipaksakan. Nanti bisa sakit. Sakit perut, sakit kepala, sakit tenggorokan bahkan sakit hati.
            Tapi kalau udah bisa nyoblos/memilih calon gubernurnya doa dulu sebelum nyoblos, ya. Walau pun sebenernya elo sangat benci dengan salah satu cagub dan cawagubnya. Elo jangan sekali-kali mencoret-coret gambar wajahnya mau pun mencoblos dengan jarum santet, walau pun hati elo udah tersayat-sayat mau pun gambar cagub atau cawagubnya mirip dengan sang mantan yang ngeselin bagi elo.
            Karena kasian cagub/ cawagubnya. Udah capek-capek pasang spanduk, poster, iklan rawit, iklan TV, iklan tawar, iklan bandeng, buat kampanye, ngeluarin uang banyak, korupsi(ups...) dan sebagainya. Malah elo santet, mana hati nurani elo? Kalau hue tinggal di Jakarta. Waktu itu gue akan pilih pasangan nomor urut 07. Biar Jakarta tidak ber...jenggot (emangnya ada nomor urut 07?).
            Walau pun elo membenci semua pasangan cagub dan cawagub yang udah dicalonin. Jangan sekali-kali menggambar dan memberi nama cagub dan cawagub hasil imajinasimu sendiri. Apalagi malah mencoblos gue, pas muka lagi. Hati gue remuk kawan. Gue kan gak nyalonin jadi gubernur DKI.
            Kemarin Rabu, gue menyempatkan membaca status temen-temen gue di FB. Mengapa gak di twit? Karena follower twit gue baru 6 makhlik, coy. Begini contohnya;

            status 1:
            Bang Echong bukan Pochong Benchong
        Ternyata... Jokowi telah memimpin pertandingan bung... Apakah Foke bisa menyusul... Ataukah Falentino Rossy bisa menyelipnya? Kita tunggu hasil finishnya.
            1 menit lebih 2 jam yang lalu baru saja melalui jalan penuh bencong km.1. tidak ada yang suka. nggak usah suka. pada gak mau koment.

            status 2:
            Iyul Celalumanis Walaumacihterluka
        Bingung mau nyoblos yang mana...
            baru saja melalui di sekitar bundaran donat. 2 wanita jadi-jadian menyukai ini. suka? 8komentar.

            Menanggapa kedua status gak jelas di atas. Gue pun memberikan komentar pada Iyul Celalumanis Walaumacihterluka. Karena gue tahu kalau tempat tinggal Iyul itu di Jogja juga.

            Gue      : Yul, jadi udah pergi ke Jakarta? Nyoblos siapa?
            Iyul      : Siapa bilang gue ke Jakarta? Gue lagi belajar menjahit bersama Sari.
            Gue      : Sari, siapa Yul? Boleh minta nomer HP-nya, cantik nggak?
            Iyul      : Lo temen bejat, ya Jo. Gue gak sudi punya kaek kayak lo. Walau pun gue sadar kakek gue lebih jelek dari lo.
            Gue      : Yul... siapa Sari, Yul?
            Gue      : Yul... apa Sari itu pacar lo?
            Gue      : Maaf, Yul.
            Gue      : Minal aidhin, Yul...

            Setelah itu, Iyul gak jawab komentar gue lagi.
            Ternyata, setelah gue baca di kronologinya. Iyul Celalumanis Walaumacihterluka, sari adalah neneknya. Ternyata gue udah menyakiti perasaan hatinya terlalu dalam. Sorry dorry stroberry, Yul.

            Pesan moral dari gue: Cobloslah Gubernurmu, Seperti Kau Memilih Pacarmu


Nb     : Boleh menyukai tapi tak boleh mempercayai apalgi mengimani.
Bilik Suara, 10:39,13 juli 2012
Dr. Joy, karaokean bersama Bang Echong