.jpg)
Relasi, berbicara tentang relasi. Saya malah ingat pelajaran
ter-killer sepanjang masa (masa sih?). Matematika. Tapi untungnya
gurunya gak killer-killer banget, malah sebaliknya. Bahkan sampai
ada teman saya yang suka. Astaqfirullah... ingat umur, bro.
Relasi adalah hubungan yang menghubungkan sesuatu
dengan sesuatu (bukan Syahrini, Asyanti maupun KD... Karena KD udah milik
Raul Lemos). Itulah yang saya ingat sebagai murid yang sering lupa-lupa ingat.
Tapi, pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas
mengenai relasi matematika (mungkin karena saya sudah lupa) atau pun
tentang Ibu Guru yang mengajari kami. Kami, yang dulu pernah memiliki
predikat sebagai murid-murid yang terpojok-kan, maklum kelas 8D
berada paling pojok dan terkucilkan. Hehehe. Terharu, sob.
Melainkan, saya mau membahas tentang "Relasi
Petasan dengan Puasa".
Mengapa, puasa selalu dikaitkan dengan petasan? Kan,
puasa itu berada di Bulan Ramadhan, bulan yang penuh pengampunan
serta semua amalan akan dilipatkan. Tapi mengapa uang saku saya kok nggak
berlipat-lipat, ya?
Kita sebagai umat muslim yang taat beribadah (yang
muslim tapi yang taat). Seharusnya di bulan puasa ini memperbanyak
amalan-amalan baik. Seperti membantu orang tua, membantu orang muda, memberi
sebagian uangnya kepada teman yang membutuhkan (saya juga teman dan saya
juga butuh, lho?) dan lain sebagainya.
Tapi mengapa kita malah mainin petasan yang tidak
ada gunanya itu? Itu kan mubadzir dan hal yang mubadzir itu
dibenci Allah. Belum lagi kalau mengganggu orang yang lagi berpuasa, sholat,
membaca Al Qur'an maupun yang lagi enak-enak ngiler ( tidur di
bulan puasa). Itu kan sama saja mendapat dosa yang berpangkat-pangkat (ingat
Matematika lagi).
Saya malah ingat beberapa pertanyaan yang terpendam
dalam hati sanubari yang (mungkin) dalam ini.
Bagaimana, ya. Kalau ada razia petasan oleh para
polisi (bukan polisi tidur). Apa untuk membasmi semua petasan itu para polisi
akan membakarnya sampai benar-benar habis. Seperi nasib para ganja yang semoga
tetap ilegal itu? Itukan sama saja bokong (read; bohong). Kalau ingat
bokong, jujur saya ingat Bang Imonck. PNS yang sedikit... gimana gitu.
Udah yang diceritain kakus melulu tambah embel-embel kecoa, juag.
Kalau ganja dibakar. Kalau botol-botol miras diratakan.
Kalau tempat hiburan disewakan(baca: dibongkar). Kalau kalian? Ingat Satpol
PP, kan coy. Razia, cin.... Itulah masa depan yang suram dan tidak
boleh dicontoh. Belum lagi kalau waria. Jauhi narkoba jangan dekati waria.
Was-was lah.... Was-was lah.... Itulah kata Bang Napi versi 2012 (mungkin).
Jika tidak ada kerjaan (boleh membantu pekerjaan
di rumah saya), lebih baikkan kita membaca Al Qur,an (wuih...)
atau kalau udah lesu menunggu siaran adzan maghrib/ buka puasa (nggak
boleh request di radio), marilah tidur saja dari pada mainin petasan
yang nggak jelas (petasan kok gak jelas) dan mengganggu orang-orang yang tidur
(tidur-kan istirahat yang baik). Kalau gitukan sama-sam fer... (fer itu
apa, ya?). Tapi jangan tidur dengan yang bukan mahrom, ya...
Sekian dari saya. Ada kurangnya saya minta maaf. Ada
lebihnya, sepertinya gak mungkin, ya?
Pesan Moral dari Saya (mungkin gak bermoral) : Hidup itu seperti roda berputar. Karena
kejahatan dilakukan bukan karena niat semata pelakunya. Tapi karena ada
kesempatan dan dana umum. So, WASPADALAH... WASPADALAH... (sedikit bermoral
walau pun gak nyambung).
Semoga bermanfaat, paling
tidak menghibur...
Sekesot The Joey, Lagi nunggu buka puasa
sambil nonton The Raid(cuplikan)
kritik dan saran, komen
saja. Gak usah pake sogok-menyogok. Karena itu dosa. Kalau iklas, sih,
sebenarnya saya juga mau.
Jangan lupa (lupa juga gak apa-apa):
like FP... https://www.facebook.com/#!/seksotdr
dan ikuti blog... http://dkesot.blogspot.com/
jika
mau yang lebih banyak lagi (ceritanya)
@tofa_ji
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar