Berhubung sudah bulan puasa. Untuk mempersopan ke-gue-an
gue, gue akan merubah subjek gue (apaan, sih) menjadi saya.
Hehehe.
Sebelumnya saya
bersyukur masih bisa menghembuskan nafas di awal romadhan ini. Serta
saya bangga dengan FP Dokter Ngesot yang telah memiliki 45 like
yang saya pastikan kesemuanya manusia, kecuali satu dua tiga empat lima enam
dst yang bukan (Gitu aja bangga). Walau pun nggak seperti FP-FP lain khususnya
FP Mario Teguh yang memiliki ribuan sampai jutaan like (bener, nggak ya?).
Tapi saya
bahagia, masih bisa menanggapi kritik dan saran dari para fans
(cuih...), walau pun kritik dan saran mereka lebih mirip hujatan dan olokan.
Tapi saya tetap happy karena FP saya sudah(cuma) dilirik khususnya 45
makhluk itu. Mungkin karena merasa iba dan kasihan terhadap muka cool yang saya
buat seganteng-gantengnya ini. Ya.
Puasa Datang
Galau Pun Hilang. Itulah judul acara yang saya sukai minggu lalu "Galau
Nite".
Tapi sepertinya
judul itu hanya berlaku pada awalnya saja. Atau malah nggak berlaku untuk para Ahli
Galau Galauers Forever (forefer itu ver-nya pake f atau v-ya?) yang selalu
dan senantiasa meng-up-date status galau mereka yang tentu saja tidak
mengharap tanggapan dari saya. Saya-kan anti galau (mungkin). Tapi saya sangat
dilema, tepatnya sih bingung. Mengapa para Ahli Galau di FB itu selalu
saja menggalau lewat status mereka, kan tidak efektif?
Coba kalo galau
mereka itu dilampiaskan dengan mencangkul sawah, membuat dodol atau yang paling
parah membantai kecoa. "Kurang ajar... Lo kira gue apa, berani mutusin
gue? Donat Bakar Rasa Tempe Penyet? Neh...." sambil terus mencangkul di
sawah. Tapi hati-hati, cara ini hanya pantas dilakukan ditempat sepi saja.
Bayangkan kalau enggak, satpol PP pun datang menjemput, coy.
Omong-omong soal
dilema. Pemerintah dan WNI pun pada dilema, coy. Untuk menentukan
kapan tanggal 1 Ramadhan itu? Ada golongan yang bilang hari Sabtu ada
juga yang mempertahankan pada hari Jum'at. Untuk merapatkan semua itu.
Dilaksanakanlah Sidang Isbat untuk memusyawarahkan "apakah Qilal
sudah nampak?" (wuis bahasaku...) yang dihadiri para pemuka agama dan para
ilmuan dibidang perkalenderan (astronomis ya, coy?).
Tapi walau pun
begitu. Kalau kita sedang dilema mau lanjutin ke sekolah mana, mau beli susu
bantal atau susu botol, atau malah menentukan/ memilih-milih pacar/ mantu aja,
nggak usah pake Sidang Isbat. Pilih saya aja, simpel, ganteng (sedikit),
sepertinya pintar, bernutrisi dan imunisasi (yang imunisasi, nggak usah
dipake) serta bisa ditempatkan dimana saja. Sekesot The Joey, hehehe.
Plakkk, gampar pake uang.
Gimana? Apa masih
galau. Kalau masih galau saya selaku pemilik akun twitter @tofa_ji
(difollow, ya), meminta maaf kepada semua apabila ada kata-kata atau
kelakuan saya yang tidak berkenan. Tapi kalau muka saya beneran ganteng,
semua iklas, kan?
Pesan moral dari
saya : Hidup itu kayak roda berputar. Saya
minta maaf sebesar-besarnya, ya friend? (emangnya apa hubungannya)
Semoga bermanfaat, paling tidak menghibur...
Sekesot The Joey, Lagi
mau persiapan Jumat'an
Ketipu penyelenggara event (semoga hanya gosip, ya?) dan mau buat
mading di desa. Tapi gak jadi.
Jangan
lupa (lupa juga gak apa-apa):
Jangan
lupa like FP... https://www.facebook.com/#!/seksotdr
dan ikuti blog... http://dkesot.blogspot.com/
@tofa_ji
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar