Gue :
Siapa yang tidak tahu saya, sang Dokter Ngaesot? Pasti gak tau semua.
Asestan : Maklum belum tersosialisasi. Kalau ini.
Gue :
Siapa yang tidak tahu Tari Tor-Tor? Kebangetan, ya? Jujur kalau aku sih tau,
tapi naas. Sebagai makhluk yang sok sibuk dan tidak sempurna, aku lupa, dari
daerah mana Tari Tor-Tor itu. Maaf Pak SBY. Saya khilaf.
Kita,
sebagai WNI yang baik harus selalu menghargai semua budaya Indonesia. Jangan
sampai budaya kita tersaingi oleh Boy Band yang kalau tampil selalu mengumbar
aurot. Gak bangetkan? Mending liat Dokter ngedance aja.
Asestan : Emang bisa dokter ngedance?
Gue :
Jangan sampai budaya kita yang lain, dimaling Harimaho. Kita sebagai anak
bangsa harus selalu menjaga budaya kita sendiri. Jangan kayak mereka yang
selalu lupa dengan budaya sendiri.
Gue :
Omong-omong Dokter tadi nyanyi lagu daerah Gundul-Gundul Pacul ,lho. Sambil
ngedance lagi. Kalau para Boy Band liat, mereka pasti terkesima dan langsung
memberi koin untuk Dokter sekarang. Kalau cuma Bisma sih lewat, apalagi Bis
Kota makin kencang aja ninggalin gue.
Dokter
juga lagi fokus nih, buat belajar Tari Tor-Tor. Bayangin sendiri aja ya? Jujur
gue gak kuat bayanginnya.
Mengapa
ya, Malaisia suka gitu terhadap bangsa kita. Apa bangsa kita ini terlalu bagus
buat mereka?
Apa
saja budaya di daerahmu? Dan dimana kamu berada? Jangan bilang gak punya rumah.
Malu-maluin gue aja lo.
Jawab
ya coy?
Narsistor : Apakah Dr.Ngesosot punya akun pacar cantik? Tunggu
kelanjutannya.
Asestan : Nggak gak mungkin ada. Boro boro cantik, jelek aja gak
punya. Ea gak Boss?
Quotes dari gue : Lindungi budayamu, dan jauhi narkoba
Jalan Bukan Tol, 14:42, Selasa 19 Juni
2012
Dr. Joy, nyebrang jalan dengan ngesot


Tidak ada komentar:
Posting Komentar